Saturday, 15 October 2016

Self Reminder #1

Ada banyak cara yang dilakukan Tuhan ketika Dia rindu pada hambaNya. Melalui peristiwa sehari-hari contohnya.

Jumat lalu secara ajaib saya bertemu dengan seorang calon wajib pajak yang hendak membuat NPWP di kantor.
Tanpa sengaja orang tersebut bercerita mengenai pengalaman spiritualnya mengenal Islam yang harus dibayar mahal melalui berbagai rintangan. Salah satunya adalah mengenai betapa mirisnya dia, seorang anak yang terlahir dari keluarga kaya raya yang memiliki pabrik dengan 6000 karyawan, harus merasakan namanya dicoret dari kartu keluarga hanya karena mengucapkan kalimat syahadat. Diusir dari rumah, dan tidak diakui sebagai anak selama memeluk agama Islam, dan peristiwa-peristiwa menyedihkan lain yang dialaminya semenjak menjadi seorang muslim.
Saya sangat miris mendengarnya. Kemudian saya penasaran bagaimana dia bisa memeluk Islam.

Dia bercerita bahwa dia menemukan Islam melalui proses yang amat sangat indah. Meskipun sejak memeluk Islam kehidupannya berbalik 180 derajat, dengan tegas dia berkata, "saat ini saya merasa Islam adalah agama yang paling bisa saya terima dengan akal sehat. Saya mempercayai itu dan saya tidak akan meninggalkan Islam sampai saya meninggal nanti. Insyaallah"

Deg! Entah mengapa saat itu saya merasa tersentuh. Semakin mendengar ceritanya, semakin saya kagum padanya. Jalannya penuh liku, keras, dan terjal. Tapi dia tetap teguh pada pilihannya.
Saya bertanya-tanya, bagaimana bisa seseorang yang terlahir bukan sebagai muslim dapat mencintai Islam sebegitu besarnya? Sedangkan saya? Yang terlahir dalam keadaan muslim? Shalat sering tidak tepat waktu, puasa sunnah jarang, malas mengaji, dan lain-lain.

Seketika itu saya sadar. Saya harus belajar mencintai Tuhan saya lebih, lebih, dan lebih. Karena saya merasa rasa cinta saya saat ini tidak lebih dari setitik debu yang ada di meja usang.

Tuhan rindu saya. Dia sangat baik pada saya. Ibarat orang lagi LDR, saya di "missed call" agar tidak lupa dengan kehadiranNya. Thank you, Allah. Terima kasih sudah mengingatkan saya yang super sibuk ini untuk tidak lalai dalam berkomunikasi dengan cintanya. Untuk ritual mengobrol sebelum tidur yang beberapa minggu ini saya lewatkan karena badan terlanjur capek dengan segala aktivitas yang ada. Terima kasih. Terima kasih masih sayang sama saya.

Well, tulisan ini saya tulis sebagai ungkapan hati saja. Semata-mata merupakan self reminder bagi diri saya, kali-kali saya lalai atau lupa bahwa saya punya kekasih yang harus selalu saya cintai.

Namanya juga manusia, banyak khilafnya :(

-Jakarta Timur, 15 Oktober 2016

Saturday, 16 July 2016

Review : Hada Labo CC Cream Ultimate Whitening

Hai, dunia blog!
Minal aidzin wal faidzin semuanyaaaaa, mohon maaf lahir batin lama nggak posting.

Berhubung lagi punya semangat buat posting, kali ini gue mau ngasih review tentang CC Cream yang baru aja gue cobain dari Hada Labo. Oh iya sedikit cerita, sekarang gue mulai bertransformasi dari seorang Linda yang nggak tau apa-apa tentang make up menjadi seorang Linda yang punya high curiousity tentang dunia make up. Since I found it as an art, I begun to love this thing.

Berawal dari rasa penasaran sama krim krim jaman sekarang yang namanya aneh-aneh, which is... AA krim lah, BB krim lah, CC krim lah, DD krim lah, dan nggak menutup kemungkinan bakal ada EE, FF, GG, sampai ZZ krim, gue mulai mencari tahu apa itu AA, BB, CC, dan DD krim.

Dulu sebelum mengenal CC cream, gue lebih dulu menjadi pengguna BB cream dan merasa amazed atas hasil yang diberikan oleh BB cream pada kulit wajah gue yang belang sana sini gara-gara hobi main layangan ini. Dulu pas pengetahuan gue sebatas drug store make up, gue pake BB cream dari Garnier. And... It's good! Untuk BB cream dengan harga jaaaaauuuh lebih murah dibanding Etude, Garnier always be my favorite when I get low cost.

Bedanya CC Cream sama BB Cream apa sih?

Singkatnya, gue terangin kalo CC Cream ini bentuk penyempurnaan dari BB Cream. CC cream berarti Colour Control, Colour Correcting atau Complexion Care. Artinya, kandungan dari CC cream ini lebih mampu menyamarkan redness (bintik merah) di kulit wajah. CC cream dipercaya dapat menutrisi, mencerahkan, memperbaiki tekstur dan kesehatan kulit, mengandung tabir surya yang SPF-nya lebih tinggi, plus... waterproof. Ini nih yang eike suka. Secara bok, eike orangnya males banget touch up. Kalo pake make up nggak waterproof, abis sholat penampilan berubah kayak boneka lenong. Maskara bleber lah, foundatioun ndemplok, etc.

Then, why I chose Hada Labo?
Awalnya gue nyidam banget sama Bourjois 123 Perfect CC Cream. Karena nyari toko online sana sini udah pada sold out semua, gue akhirnya ke Guardian. Sayangnya di Guardian juga habis. Gue malah nemu CC cream dari Hada Labo. Yaudahlah, akhirnya daripada pulang dengan tangan kosong, gue iseng beli CC cream dari Hada Labo.


Tuesday, 26 April 2016

How Do You See Yourself in The Next 5 Years

Pernah terpikir nggak hidup kamu bakal berubah terhitung lima tahun dari sekarang?
Pernah terpikir nggak saat itu kamu udah ada dimana, sama siapa, dan sudah menjadi apa?

Kalo belum terpikir, mulailah kamu pikirkan hal itu dari sekarang. Kamu adalah seseorang yang memiliki potensi untuk menjadi apa yang kamu mau. Oke, sekarang kita bayangkan hidup kamu lima tahun ke depan ya.

Me, talk to my self last night.

 Dalam lima tahun ke depan ini saya...

1. Memiliki rumah/ tempat tinggal sendiri


home sweet home (photo credit by www.abeautifulmess.com)

Dari kecil gue selalu punya high passion kalo ngomongin masalah rumah. Kenapa? Karena rumah adalah tempat dimana kita pulang. Tempat dimana kita merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Meski suatu hari nanti gue menikah dan kewajiban ngebeliin rumah istri ada pada suami, gue tetep pengen punya rumah sendiri. Jadi dalam lima tahun ke depan gue harap gue udah punya rumah yang nantinya bakal gue dekor sendiri, gue cat, hias-hias, atau dimacem-macemin sendiri hehehe.
 


Living Room
PS : Ntar kalo rumah gue bener-bener minimalis, gue nggak keberatan kalo living room ini jadi ruang santai para tamu yang dateng